ReferensiA.id- Satu pria berseragam cokelat yang perlu diapresiasi di Polresta Palu adalah Aiptu I Kadek Aruna, ia mampu membangun komunikasi yang baik dan kepercayaan publik selama satu dekade terakhir.
Di balik bergantinya pucuk pimpinan Polresta Palu kurun waktu 2016 – 2025, dari AKBP Basya Radyananda hingga Kombes Pol Deny Abrahams, ada satu sosok yang tak pernah bergeser dari garda depan penyampaian informasi di Polresta Palu, yakni Aiptu I Kadek Aruna.
Pria dengan sapaan Kadek itu telah sepuluh tahun menapaki jalan sunyi namun mulia, sejak Agustus 2016 hingga kini, sebagai penghubung antara kepolisian dan masyarakat melalui Humas Polresta Palu.
Bagi para penggiat media, nama Kadek bukan sekadar personel polisi. Ia adalah jembatan komunikasi, yang sabar menata kata-kata, menyampaikan suara pimpinan kepada publik, sekaligus menampung pertanyaan para wartawan, baik dari media cetak, online, maupun televisi. Kemampuan berbicara dua arah membuatnya tetap dipercaya, meski tahun demi tahun, kapolresta datang dan pergi.
Jejaknya tak hanya di balik meja dan pers rilis. Pernah suatu ketika, seorang wartawan bernama Amat Banjir mengalami pengalaman buruk saat melapor di Polsek Palu Selatan. Kadek, dengan rendah hati, datang sendiri meminta maaf atas nama Kapolresta. Sebuah sikap yang membuat profesinya melampaui sekadar birokrasi, ia menjelma wajah keramahan kepolisian.
Awal pengabdiannya di Humas pun lahir dari pengakuan atas kepiawaiannya. Saat menjadi Kanit Dikyasa Satlantas, ia dikenal lihai berbicara di hadapan para siswa, menjelaskan tentang lalu lintas dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Kemampuan itu sampai ke telinga Kapolresta Palu kala itu, AKBP Basya Radyananda. Sehari setelah pertemuan singkat, sebuah surat perintah resmi membawanya dari lalu lintas ke Humas.



















