Bpjamsostek terus berupaya mensosialisasikan programnya kepada seluruh lapisan masyarakat, agar para pekerja, khususnya mereka para pekerja rentan bisa terjamin masa depannya.
“Kita punya tema Kerja Keras Bebas Cemas yang kita upayakan merambah ke pedesaan, sudah banyak petani dan nelayan yang tercover sebagai peserta, sekitar 100 ribuan,” ungkap Kepala Bpjamsostek Cabang Palu Lubis Latif.
“Ini menjadi tanggung jawab kami agar masyarakat bisa mengetahui manfaat dari jaminan yang kami berikan. Karena masih banyak yang belum mengetahui manfaat sehingga belum terdaftar,” jelasnya.
Namun begitu, dia memastikan jumlah kepesertaan Bpjamsostek di Sulawesi Tengah terus meningkat.
“Khusunya pekerja rentan yang ada di pelosok, ada yang (kepesertaannya) dibayarkan oleh Pemda dan ada juga dari desa,” katanya.
“Ada peningkatan cukup signifikan dari BPU (bukan penerima upah) atau peserta mandiri yang saat ini sudah mencapai 90 ribu,” jelasnya.
Jumlah kepesertaan yang terus meningkat itu didukung oleh sejumlah regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk melindungi para pekerja.
“Memang pemerintah pusat sudah mengeluarkan berbagai regulasi yang mendorong agar pemerintah daerah memberikan perlindungan kepada pekerja rentan melalui keuangan daerah,” kata dia. RED



















