ReferensiA.id- PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) terus mendukung percepatan elektrifikasi global sebagai bagian terpenting dari transisi energi. Salah satunya adalah mengoptimalkan sistem transportasi angkutan karyawan yang mengintegrasikan armada bus berdaya listrik dan penerapan standar keselamatan berlalu lintas komprehensif dalam kawasan.
Langkah strategis ini merupakan komitmen Kawasan IMIP untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi karbon, serta mendukung keselamatan dan kenyamanan karyawan dalam bekerja di kawasan industri terintegrasi dengan produk utama nikel ini.
Manajer Departemen Pelayanan Umum PT IRNC (salah satu tenant di Kawasan IMIP), Arifin, menjelaskan, penyediaan armada bus listrik mulai dicanangkan sejak tahun 2025 dengan riset mendalam untuk mengetahui penerapan bus listrik di kawasan industri lain, salah satunya di Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara. Selanjutnya, pada Januari 2026, PT IRNC mulai mendatangkan tujuh unit bus listrik dari Tiongkok.
Pengoperasian bus tersebut, kata Arifin, mulai dilakukan pada Februari 2026, sekaligus menandai era baru transportasi ramah lingkungan di IMIP.
Bus listrik dioperasikan sebagai armada pendukung yang melengkapi bus konvensional yang selama ini telah beroperasi. Arifin menegaskan, saat ini penyediaan armada telah mencapai 80 persen dari standar yang ditetapkan pemerintah bagi operasional bus di area industri.
Hingga Mei 2026, total terdapat 207 unit bus untuk melayani karyawan di kawasan IMIP. Rinciannya, 115 bus dikelola Departemen PU PT IRNC untuk melayani karyawan di perusahaan pada Tsingshan Group, terdiri atas 87 unit bus besar, 28 minibus, dan 4 minibus khusus untuk ibu hamil.
Dari 87 bus besar tersebut, 7 unit di antaranya adalah bus listrik. Selain itu, ada 86 unit bus besar dan 2 minibus lainnya dioperasikan oleh sejumlah tenant kawasan IMIP.



















