Transaksi Pasar Modal di Sulteng Rerata Capai Rp400 Miliar per Bulan

Pasar modal di Sulteng
Kepala Kantor BEI Perwakilan Sulawesi Tengah Putri Irnawati. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Jumlah investor saham di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bertumbuh, hal itu diikuti peningkatan nilai transaksi pasar modal di daerah tersebut.

Pada 2019, nilai transaksi investor pasar modal di Sulteng hanya sekitar Rp1,3 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan drastis tiap tahunnya. Bahkan nilai transaksi pada 2022 mencapai Rp7 triliun.

Sementara jumlah investor yang pada 2019 hanya sebanyak 3.101, juga terus bertumbuh menjadi 18.021 investor hingga awal 2023 tahun ini.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tengah Putri Irnawati bilang, pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi itu tidak lepas dari upaya literasi dan inklusi terkait pasar modal yang terus dilakukan.

Selain masyarakat semakin teredukasi terkait instrumen investasi yang menjanjikan, mereka juga semakin paham dalam bertransaksi di pasar modal.

“Nilai transaksi di Sulteng (rata-rata) mencapai Rp300 – Rp400 miliar per bulan,” ungkap Putri dalam kegiatan Media Gathering, Senin 3 April 2023.

Sulawesi Tengah menjadi daerah di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) yang investor sahamnya memiliki aset terbesar ketiga setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Namun nilai transaksi Sulawesi Tengah berada di urutan kedua. Hanya kalah jumlah transaksi dari investor saham di Sulawesi Selatan.

“Aset saham (di Sulteng) yang paling besar dimiliki Sinar Mas Sekuritas, kedua Mandiri Sekuritas kemudian ketiga BNI Sekuritas,” ungkap Senior Officer BEI Sulteng Dendy Faizal Amin.

BEI Sulteng pun menargetkan peningkatan jumlah investor dan transaksi setiap tahunnya, dengan diikuti upaya sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait pasar modal. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *