Anak Penyintas Rob di Labean Bergerak Selamatkan Masa Depan

Anak penyintas
Kelompok anak di Kabupaten Donggala yang tergabung dalam Child Campaigner Save the Children Indonesia menginisiasi Aksi Generasi Iklim. / Save the Children

Tak hanya itu, sampah bawaan laut ikut naik ke daratan ketika terjadi rob, dampaknya, saat daratan sudah kembali kering, sampah lautan mengotori daratan dan sekitar rumah masyarakat.

Rahmi adalah satu dari sekian banyak anak dan keluarga yang terdampak banjir rob di Sulawesi Tengah. Ia harus meninggalkan rumah yang 20 tahun ditempati keluarganya dan pindah ke hunian tetap (huntap) agar bisa kembali menjalani hidup normal.

Saat ini, ia sudah dua tahun tinggal di huntap. Meski begitu, Rahmi tetap berharap masalah ini dapat ditanggulangi dengan cepat.

“Saat ini yang bisa kami lakukan sebagai anak-anak adalah membersihkan pantai dan menanam pohon, juga memagari pohon bakau supaya tidak dimakan kambing yang datang. Tetapi kami berharap pemerintah dapat melakukan hal lain misalnya bangun tanggul rob supaya rumah orang-orang tidak terendam banjir lagi,” tutur Rahmi.

Baca Juga:  1.180 Warga Pasigala Terima Program Bantu Guna

34 Titik Sebaran Abrasi Pantai

Data Kementerian Kelautan dan Perikannan (KKP) menyebutkan, sebaran abrasi pantai di Sulawesi Tengah sebanyak 34 titik. Angka ini merupakan terbanyak ketiga di Pulau Sulawesi setelah Sulawesi Selatan (57 titik) dan Sulawesi Tenggara (74 titik).

Abrasi pantai berdampak pada penyusutan garis pantai sehingga daratan utama semakin berkurang, berkurangnya sumber daya ikan dan plasma nutfah, serta merusak hutan bakau di sepanjang pesisir pantai sehingga memperbesar risiko bencana.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng: Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Dapat Dilaksanakan

“Krisis Iklim dirasakan dampaknya secara nyata oleh anak-anak saat ini, terutama pada mereka yang tinggal di daerah rawan bencana dan pernah mengalami histori kejadian bencana skala besar seperti misalnya di Kabupaten Donggala,” jelas Troy Pantouw, Chief of Advocacy, Campaign, Communication, and Media – Save the Children Indonesia dalam keterangan pers, Senin 23 Mei 2022.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *