News  

Save the Children: Anak Korban Kanjuruhan Alami Kesedihan dan Ketakutan Mendalam

Save the Children
Tim Save the Children saat melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholders terkait dukungan psikososial untuk anak korban insiden Kanjuruhan. / Ist

ReferensiA.id- Save the Children menyebut anak-anak yang menyaksikan langsung tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, mengalami ketakutan dan kesedihan mendalam.

Hal ini perlu pendampingan serius agar tidak berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak, khususnya anak korban Kanjuruhan.

“Update kami per 7 Oktober ini, hasil pantauan dan kunjungan tim kami ke rumah-rumah anak korban ini, memang mereka mengalami ketakutan dan kesedihan yang mendalam. Mereka yang hadir langsung, misalnya salah satu anak berangkat dengan temannya, temannya meninggal di depan mata, sehingga dia merasa bersalah,” ungkap Media & Brand Manager Save the Children Indonesia Dewi Sri Sumanah, Minggu 9 Oktober 2022.

Kata dia, ketakutan yang dialami oleh anak-anak korban Kanjuruhan itu berdampak pada tumbuh kembang anak, serta kesehatan mental mereka.

Sehingga perlu perhatian serius oleh semua pihak untuk mendukung, agar anak-anak yang jadi korban Kanjuruhan itu bisa terlepas dari dampak yang mengancam masa depan mereka.

Save the Children juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan pemerintah pusat untuk melakukan identifikasi anak, terutama mereka yang kehilangan keluarganya, khusunya yang menjadi yatim, piatu dan yatim piatu akibat insiden Stadion Kanjuruhan itu.

“Kami mendorong untuk terus dilakukan (pendampingan) segera mungkin. Penting untuk memastikan keberlanjutan pengasuhan si anak,” kata Dewi.

Bukan hanya kepada anak yang kehilangan orantua, pendampingan psikososial juga dianggap perlu dilakukan kepada anak dan orangtua yang masih hidup.

“Kami sudah lakukan visit ke 15 keluarga, setidaknya ada 30 anak (korban Kanjuruhan). Kami juga temui keluarga yang anaknya meninggal,” katanya.

Save the Children mengidentifikasi sampai dengan 7 Oktober, ada 5 anak yang menjadi yatim, piatu atau yatim piatu yang harus dipastikan keberlanjutan pengasuhan, terutama dukungan psikososial.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *