Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan sektor otomotif sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah lanjutan agar insentif pajak kendaraan baru dapat diperpanjang hingga Desember 2025, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha untuk menyosialisasikan kebijakan ini.
“Pajak kendaraan itu memang sumber pendapatan daerah, tapi kalau tidak kompetitif, masyarakat bisa beli di daerah lain. Karena itu, kita cari titik tengah, tetap mendukung pendapatan daerah, tapi juga tidak membebani pembeli. Kalau dengan insentif ini transaksi meningkat, otomatis pendapatan kita ikut naik,” tegas Gubernur Sulteng.
Gubernur juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara Pemprov, dealer, dan pelabuhan dalam mendukung efisiensi distribusi kendaraan.
“Kalau pengiriman bisa langsung dari Surabaya ke pelabuhan-pelabuhan di Sulteng, harga bisa lebih murah dan kompetitif dibandingkan Sulsel atau Kaltim,” tambahnya.
Audiensi ditutup dengan kesepakatan awal untuk terus mengkaji dan mengevaluasi tarif PKB secara berkala, serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi dealer demi menjaga iklim usaha yang sehat dan berpihak pada masyarakat Sulawesi Tengah. ***













