Demikian halnya pada periode ketiga maju kembali di DPRD Kota Palu, masih ada sang ibu almarhumah Hj Lise Sura mendampinginya.
Begitu pun saat akan melanjutkan ke periode keempat hingga memutuskan akan maju sebagai anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Buya MJW mengaku masih memiliki sosok ibu, sebagai tempatnya meminta restu dan dukungan pada orang tua.
Sementara saat ini, dirinya merasa tidak punya kedua orang tua yang bisa menjadi tempatnya mengadu dan meminta pertimbangan. Bahkan untuk menentukan segala visi dan misi pribadi yang akan diembannya nanti.
“Ketika tidak ada orang tua, saya seperti orang di tengah lautan yang akan berlayar tapi tidak tahu akan bersandar di pelabuhan mana, karena tidak ada petunjuk yang bisa mengarahkan,” aku Buya MJW.
Beruntungnya, keragu-raguan itu cepat teratasi dengan hadirnya keluarga besar yang memberikan dukungan. Buya MJW kembali merasa semangat hingga mendatangkan keyakinannya kembali.
“Pada saat ini saya tidak punya ayah dan ibu, sehingga saya bingung bertanya. Tetapi Alhamdulillah ketika saya memutuskan tidak maju maka datanglah tokoh-tokoh masyarakat, datanglah ibu-ibu, datanglah tante, datanglah paman, kemudian akhirnya saya beristigfar, saya mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ternyata masih ada ibu saya di dunia ini. Siapa ibu saya? Adalah ibu mertua, kemudian ibu-ibu yang lain yang memberikan support,” urai Buya MJW.
Karena itulah, ketika proses pendaftaran pada tiga parpol sebelumnya, Buya MJW memberi kesempatan kepada ibu mertuanya Hj Rosyida Mahmud untuk menyerahkan berkas pendaftaran sebagai simbolisasi mengenang almarhumah ibu kandungnya.
“Saya cukup berpesan kepada siapa pun yang masih punya kedua orang tua, jagalah ayah dan ibumu. Jika memungkinkan berikan sepuluh persen dari pendapatanmu kepada mereka. Karena berbakti kepada ibu Insya Allah akan selamat segala-galanya, begitu juga kepada ayah Insya Allah dimudahkan rezeki dan dimudahkan menjadi orang yang kaya,” tandas Buya MJW.



















