Ia menambahkan, program ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dapat menciptakan solusi nyata yang mendukung agenda pembangunan nasional.
Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan.
Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.
Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional.
Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas masing-masing metode budidaya.
Berbagai varietas unggul turut diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.
Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.
Melalui sistem ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu mengurangi biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.
Head Eksternal Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, yang turut hadir dalam kegiatan panen bersama tersebut menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.
“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujar Endra.



















