Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

gubernur sulteng anwar hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri dan membuka Berani Merdeka Ekspor Durian. / Ist

ReferensiA.id- Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, membuka kegiatan “Berani Merdeka Ekspor Durian” yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu 12 Agustus 2026.

Gubernur menegaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra durian unggulan Indonesia sekaligus membuka jalan menuju pasar dunia.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi starting point bagi kita untuk benar-benar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia,” ujar Gubernur Sulteng.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Sabtu 7 Januari 2023, Peringatan Dini Kota Palu dan 7 Kabupaten

Menurutnya, Sulteng kini telah memiliki identitas produk melalui branding “Durian Vulcano Indonesia”, yang diharapkan menjadi ciri khas durian asal Sulawesi Tengah di pasar nasional maupun internasional.

Anwar Hafid menjelaskan, perjuangan menembus pasar ekspor telah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur. Ekspor perdana durian Sulteng berhasil direalisasikan pada 2025 dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Baca Juga:  Pemprov Diminta Tangani Pembangunan Infrastruktur Pasca Banjir di Donggala

Dalam dua kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok, Gubernur juga membawa misi untuk memperkenalkan durian Sulteng. Ia menilai pasar Tiongkok memiliki peluang besar karena kedekatan geografis dan meningkatnya konektivitas transportasi antara Sulteng dan Tiongkok.

“Dari sisi rasa, durian kita tidak kalah. Ini peluang besar bagi Sulawesi Tengah,” katanya.

Gubernur menekankan, ambisi menjadikan Sulteng sebagai “raja durian dunia” tidak dapat dilakukan sendiri. Pemerintah dan dunia usaha harus mengambil peran sesuai fungsinya.

Baca Juga:  DPRD Sulteng Datangi 2 Kementerian Demi Perkuat Regulasi Ketenagakerjaan

Pemerintah berperan sebagai regulator yang harus menciptakan regulasi dan pelayanan yang memudahkan investasi serta perkembangan usaha. Sementara dunia usaha menjadi operator yang menggerakkan kegiatan produksi dan ekspor.

“Kalau kita mau sukses, tidak boleh ada ego sektoral. Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah memberi ruang dan dukungan, dunia usaha bergerak di depan,” tegasnya.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *