ReferensiA.id- Selama Ramadan penggunaan data internet semakin meningkat, namun potensi gangguan jaringan tak terelakkan. Sebagai operator telekomunikasi, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat jadi prioritas.
Data Indosat mencatat terjadi lonjakan trafik data hingga 21 persen saat Ramadan. Hal ini juga didukung semakin meningkatnya waktu beraktivitas masyarakat sebagai pelanggan.
Trafik penggunaan data diyakini akan semakin tinggi saat musim mudik Idulfitri 2026 ini.
Untuk memastikan pengguna jaringan Indosat tetap terhubungan dengan kualitas jaringan yang baik, teknisi Indosat ditugaskan untuk melakukan pemantauan penuh di jalur mudik dan lokasi pusat keramaian masyarakat.
“Kami ingin menjaga masyarakat tetap terhubung di momen paling penting selama Ramadan dan Lebaran,” ungkap VP Head of Technology Region Sulawesi IOH, La Ode Muhammad Alisa dalam kegiatan buka bersama awak media di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin 2 Maret 2026.
Tidak hanya memastikan jaringan tetap andal, Indosat juga menegaskan komitmen agar pelanggan bisa merasa aman dari gangguan penipuan yang memanfaatkan telekomunikasi.
Dengan fitur Satspam, Indosat memberikan perlindungan digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui fitur ini, setidaknya dua miliar lebih ancaman telah diblokir dengan total 500 juta dolar potensi kerugian dicegah.
Indosat menyebut dengan hadirnya fitur ini, 95 persen pelanggan merasa lebih aman. “Kami berusaha melindungi sebelum risiko berdampak. Indosat ingin melindungi pelanggan dari penipuan. Karena di Ramadan penipuan meningkat,” ujar VP Head of Marketing Circle Kalisumapa IOH, Tepi Aditia.
Indosat mencatat, selama Ramadan, penipuan scam dan spam naik 34 persen. Penipuan digital 89 persen terjadi memanfaatkan saluran percakapan WhatsApp, sementara 64 persen menggunakan saluran telepon.



















