Iklan HUT Morowali PT Vale

Langkah Sulteng Capai Target Realisasi Investasi Rp53,90 Triliun

Target Realisasi Investasi
Sulawesi Tengah (Sulteng) target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp53,90 triliun. / Ist

ReferensiA.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp53,90 triliun atau terjadi kenaikan Rp18,75 triliun dibandingkan tahun 2021. Beberapa langkah Sulteng akan dilakukan guna mencapai target investasi tersebut.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Sulteng Ir HM Faizal Mang MM saat membuka rapat koordinasi (rakor) penanaman modal yang dilaksanakan di Kabupaten Morowali Utara, Senin 14 Maret 2022, malam.

Baca Juga:  Gubernur Ingin Sulteng Mekar Jadi 4 Provinsi

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu provinsi dan kabupaten/kota se Sulteng mengikuti rakor tersebut.

Pj Sekda Ir. H. M. Faizal Mang, MM yang membuka rakor mewakili Gubernur Sulteng mengatakan, kenaikan target realisasi investasi Sulteng ini adalah efek keputusan Presiden Joko Widodo menaikan target investasi secara nasional yakni Rp1.200 triliun.

“Walau tidak mudah, tapi bukan mustahil asalkan kabupaten/kota komitmen melaksanakan langkah-langkah taktis menjadikan Sulteng primadona investasi,” kata Faizal Mang.

Baca Juga:  Dana Desa Sulawesi Tengah Rp1,48 Triliun, Ingat Tiga Prioritas Penggunaannya

Adapun langkah-langkah taktis yang dimaksudkan di antaranya menindaklanjuti regulasi pusat menjadi regulasi daerah; penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP); dan penerapan OSS berbasis risiko.

Saat ini, Sulawesi Tengah telah memiliki satu MPP yang nantinya akan diperluas ke kabupaten kota. Diketahui setiap kabupaten kota wajib mendirikan MPP sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 89 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik (MPP).

Baca Juga:  Satgas Pangan Ungkap Penimbun 53 Ton Minyak Goreng di Palu

Sedangkan OSS (Online Single Submission) berbasis risiko adalah salah satu inovasi pemerintah mempercepat pengurusan perizinan bagi calon investor. Sistem perizinan yang terintegrasi secara elektronik ini memberi kemudahan tidak hanya memudahkan calon investor, tetapi juga pelaku usaha UMKM.