Iklan HUT korpri

Pabrik Ubi Kayu Dibangun di Desa Bomba Sigi

Pabrik Ubi Kayu
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura (tengah) saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik ubi kayu di Desa Bomba, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. / Ist

ReferensiA.id- PT Sinar Borneo Cemerlang membangun pabrik ubi kayu (Cassava) di Desa Bomba, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kehadiran pabrik ini menjadi kesempatan bagi masyarakat setempat untuk membudidayakan ubi kayu.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik ubi kayu PT Sinar Borneo Cemerlang dan penanaman perdana ubi kayu telah dilaksanakan pada Rabu, 31 Agustus 2022.

Hadir pada acara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura didampingi pimpinan PT Sinar Borneo Cemerlang, Halim; Tenaga Ahli Gubernur, Ridha Saleh serta pejabat terkait lain.

Baca Juga:  40 Desa Penyangga Bekerja Sama Kelola Zona Tradisional Lore Lindu

Rusdy Mastura mengakui Provinsi Sulawesi Tengah masih tertinggal dibandingkan dengan provinsi lainnya, untuk itu perlu adanya program percepatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Gubernur, rencana pembangunan pabrik ubi kayu di Desa Bomba Kecamatan Marawola agar lokasi pabrik dekat dengan masyarakat yang menanam ubi kayu, sehingga mudah dalam melakukan transaksi jual beli hasil tanaman.

Baca Juga:  Banjir Terus Berulang di Sintuwu, Saatnya Pemerintah Normalisasi Sungai

Apalagi, kata Rusdy Mastura, tanah di lokasi tersebut sangat cocok untuk membudidayakan tanaman ubi kayu atau kasubi.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan PT Sinar Borneo Cemerlang, yang menyatakan siap membangun pabrik ubi kayu di Desa Bomba Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi.

“Saya tidak suka bekerja pelan, kita harus bekerja cepat untuk mengejar ketertinggalan, nanti bukan hanya pabrik ubi kayu atau tepung tapioka, tapi saya bermimpi akan banyak pabrik lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, untuk itu saya minta masyarakat dapat menjaga aset ini. Kami juga akan membuka akses jalan dari Bangga-Watatu sehingga ada jalur ke Ibu Kota Negara, Kalimantan dengan menggunakan kapal roro untuk memudahkan akses menjual hasil pertanian,” jelas Gubernur Rusdy Mastura.