Iklan HUT Morowali PT Vale

Peringatan Hari Kartini di Sulteng, Peserta Diminta Kenakan Kebaya atau Batik

Peringatan hari kartini
Rapat persiapan peringatan Hari Kartini di ruang kerja Pj. Sekda Sulteng pada Senin 18 April 2022. / Ist

ReferensiA.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah akan mengikuti secara virtual peringatan Hari Kartini yang digelar di Istana Negara pada Kamis 21 April 2022. Peserta diminta mengenakan kebaya atau batik.

Pempov Sulteng mengikuti peringatan hari bersejarah itu dari Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng. Rundown acara mengikuti Istana Negara. Adapun peserta yang hadir di Gedung Pogombo diminta mengenakan kebaya atau batik.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sulteng Sebut Tiga Strategi Tingkatkan Partisipasi Perempuan pada Pemilu 2024

Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Pemprov Sulteng, Drs Dahri Saleh MSi mengemukakan, peringatan Hari Kartini tahun 2022 diikuti 37 provinsi Seindonesia dan digelar secara virtual.

Dahri Saleh menyampaikan hal itu saat mepimpin rapat persiapan peringatan Hari Kartini di ruang kerja Pj. Sekda Sulteng pada Senin 18 April 2022. OPD dan unit kerja lingkup Pemprov Sulawesi Tengah hadir pada rapat tersebut.

Baca Juga:  Rayakan Hari Pahlawan, Sekolah Sukma Bangsa Peringati Haul Panglima Itam

Pada acara peringatan Hari Kartini akan dilaksanakan penyerahan penghargaan di daerah oleh kepala daerah. Guna mempermantap persiapan akan dilaksanakan gladi jaringan dan teknis pada Rabu 20 April 2022 bersama tim dari Jakarta.

Dahri Saleh menyampaikan peringatan Hari Kartini tahun 2022 merupakan salah satu momentum bahwa perempuan adalah orang yang memiliki peran penting penentu kemajuan negara.

Baca Juga:  Peringatan Hari Kartini, 13 Perempuan Sulteng Berprestasi Terima Penghargaan

“Rapat ini dilaksanakan untuk mempersiapkan segala sesuatu menjelang peringatan HUT RA Kartini pada 21 April 2022,” katanya.

Menurutnya, kaum perempuan banyak menciptakan prestasi terutama dalam lima bidang, yakni pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan dan ekonomi. Karena itu, kaum perempuan layak menerima penghargaan atas keikutsertaannya membangun nusa dan bangsa.