Karena itu, Ia mengapresiasi pemerintah pusat dan PLN atas dukungan dalam memperkuat sistem jaringan kelistrikan di Sulteng.
Terlebih lagi, pembangunan jaringan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi seperti sekarang.
“Program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan jaringan listrik desanya. Kita bersyukur pemerintah pusat dan PLN membantu, sehingga upaya menerangi desa-desa yang belum berlistrik bisa terus berjalan,” jelasnya.
Selain menyasar desa yang belum teraliri listrik, Pemprov Sulteng juga membantu rumah tangga di desa berlistrik yang belum memiliki meteran atau sambungan listrik sendiri.
Pada tahun sebelumnya, Gubernur menyebut bantuan penyambungan listrik telah menjangkau 1.017 rumah tangga dan direncanakan berlanjut pada 2027.
Dengan bantuan ini diharapkan membuat semakin banyak keluarga menikmati listrik secara mandiri dan legal.
Sementara itu, dari penjelasan PLN, penguatan sistem interkoneksi Sidera–Palu merupakan bagian dari proyek berkapasitas total 50 MW yang dibangun dalam empat tahap.
Untuk Cluster 1 dan Cluster 2 masing-masing berkapasitas 10 MW, sedangkan Cluster 3 dan Cluster 4 masing-masing berkapasitas 15 MW.
Dua tahap pembangunan yang pertama telah dimulai pada 17 September 2026, sementara dua tahap berikutnya akan dimulai pada November 2026.
Penguatan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah.
Termasuk dukungan bagi terwujudnya pemerataan energi dan target elektrifikasi desa melalui Berani Menyala.
Peresmian tersebut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Direktur Manajemen Pembangkit PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, jajaran PLN, serta masyarakat setempat. ***



















