“Inovasi dan kreativitas mahasiswa tumbuh dan tertantang seluas-luasnya satu nyali satu energi melalui kontes ini,” ucap Asep.
Asep juga menyebutkan, jarak yang sesungguhnya antara inovasi dan produksi adalah menjadi tantangan yang sesungguhnya dan perlu dikuatkan. “Kita harus kuatkan, karena kalau kita lihat indikator global kompetitif indeks, masih terdapat jarak yang tinggi,” jelasnya.
Melalui kontes ini, kata Asep, diharapkan mampu menyiapkan generasi masa depan yang mampu menciptakan teknologi baru yang ramah lingkungan dan perlahan mampu melepaskan energi fosil dengan energi terbarukan. red



















