Sementara itu, Nilam Sari Lawira dalam arahannya secara virtual menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola potensi lokal.
“Jangan hanya menjual bahan mentah, tetapi ciptakan nilai tambah. Di situlah letak kesejahteraan masyarakat. Desa memiliki potensi besar, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan pengetahuan dan kemauan untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai membangun usaha bersama berbasis kelompok, khususnya melibatkan peran aktif perempuan desa dalam kegiatan ekonomi produktif.
“Mulailah dari hal kecil, bentuk kelompok usaha, bagi peran, dan manfaatkan teknologi sederhana seperti handphone untuk promosi melalui WhatsApp maupun media sosial,” tambahnya.
Senada dengan itu, Abdurrahman, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
Menurutnya, kehadiran BRIN melalui workshop ini memberikan solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan pengetahuan, alat, dan akses pasar.
“Ini adalah langkah konkret untuk membantu masyarakat naik kelas. Dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal bisa menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan workshop ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Toaya Vunta, mulai dari peningkatan keterampilan, penguatan usaha mikro, hingga terciptanya produk unggulan desa yang memiliki daya saing lebih tinggi.
Di akhir kegiatan, peserta diajak untuk aktif bertanya, mencoba, dan berani memulai usaha pengolahan makanan berbasis potensi lokal.
Harapan besar pun disampaikan agar ke depan tidak ada lagi hasil laut yang terbuang, pendapatan masyarakat meningkat, dan Desa Toaya Vunta mampu menjadi desa yang mandiri secara ekonomi.



















