Iklan HUT Morowali PT Vale

4 Wartawan Diusir Aspidum Kejati Sulteng Saat Perayaan Hari Bhakti Adhyaksa

4 wartawan diusir aspidum Kejati sulteng
Gedung Kejati Sulteng. / Ist

ReferensiA.id- Perayaan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat, 22 Juli 2022, diwarnai aksi kekerasan jurnalis. Saat itu 4 wartawan diusir Aspidum Kejati Sulteng saat hendak melakukan siaran dari lokasi perayaan.

Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulteng, Fitrah mengusir empat orang wartawan yang sedang mempersiapkan alat siaran langsung untuk kegiatan di halaman kantor Kejati Sulteng yang akan disiarkan di kanal YouTube dan Facebook salah satu media lokal di Kota Palu.

Kekerasan berupa pengusiran empat jurnalis yang hendak menjalankan tugasnya itu, bermula saat sejumlah wartawan live streaming yang tergabung di beberapa media lokal Kota Palu hendak melakukan peliputan dan siaran langsung pada kegiatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 di Kejati Sulteng, atas permintaan pihak Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulteng.

Salah seorang wartawan tim live streaming yang juga ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulteng, Moh Iqbal sekira pukul 06.00 Wita, berada di lapangan Kejati Sulteng. Ia sedang mengatur peralatan untuk siaran langsung seperti kabel, kamera dan alat lainnya.

Baca Juga:  Kejati Sulteng Tahan Lagi 1 Tersangka Kasus Suap Kepala KUPP Bunta

Menurut keterangan jurnalis yang mengalami pengusiran, sekira pukul 06.30 Wita, Iqbal yang sedang merapikan kabel kamera tiba-tiba didatangi Aspidum Kejati Sulteng, Fitrah dan langsung menegur dengan nada tinggi.

Padahal, saat itu seluruh peralatan live streaming sudah siap onair hanya tinggal menunggu kabel-kabel yang melintas di jalan masuk ke lapangan upacara dirapikan.

“Sabar Pak, sementara kita rapikan biar tidak mengganggu,” kata Ikbal yang akrab disapa Ballo, sambil merapikan kabel untuk dilakban. Hal itu diungkapkan kembali dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu, 23 Juli 2022 malam.

Meskipun Ikbal telah memberikan penjelasan, Namun salah satu pejabat di Kejati Sulteng itu terkesan tak terima. Tidak hanya membentak, Fitrah justru menyuruh tim live streaming untuk pulang.

Baca Juga:  Soal Jual Beli Jabatan, Gubernur Sebaiknya Laksanakan Rekomendasi Tim Investigasi

“Buat apa kalian disini. Tidak becus, kalian pulang saja,” menirukan kalimat Aspidum Kejati Sulteng.

Sharfin yang juga tim live streaming menjawab hardikan kasar itu dengan menyebut bahwa mereka bukan anak buah Kejaksaan yang seenaknya dimarahi.

“Pak, kami ini wartawan. Itu Abdee Mari dari tvOne, Ikbal yang Bapak marahi ini wartawan CNN, saya dari NET dan Dhani itu dari RTV. Kami kesini karena membantu pihak Penkum,” jelas Sharfin.

Namun, menurut keterangan para jurnalis itu, Fitrah terus ngotot dengan nada kasar dan mengusir.

Merasa diperlakukan kasar dengan ungkapan mengusir, akhirnya koordinator live streaming Abdee Mari meminta tim live streaming untuk tidak melanjutkan peliputan dengan meninggalkan lokasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Fitrah yang baru tahu kalau tim live streaming yang juga merupakan wartawan di tv nasional itu berusaha menemui kembali Ikbal dan kawan-kawan untuk meminta maaf.

Baca Juga:  Tersangka Korupsi Stadion Banggai Laut Akhirnya Ditahan

“Maafkan saya, saya lelah dan stress karena ada masalah di rumah,” jelasnya, namun Ikbal dan kawan-kawan sudah memutuskan untuk meninggalkan lokasi.

Hal itu dibenarkan oleh Abdy Mari (wartawan tvOne) selaku kordinator live Streaming. Kejadian tersebut membuat Tim harus merapikan kembali alat-alat yang sudah siap siaran langsung.

“ini membuat kita harus mundur dengan sikap yang sangat tidak pantas dilakukan oleh oknum seorang pejabat Kejati, yang begitu kasar terhadap tim saya,” ujar Abdy.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulteng Reza Hidayat SH MH melalui pesan WhatsApp mengaku saat kejadian tidak berada di tempat.

“Saya tidak berada di tempat saat kejadian. Nanti saya kumpulkan informasi dulu baru bisa konfirmasi,” tulis Reza.