Sejak dideklarasikan pada 20 Mei 2024, Banuata menggaungkan kebhinekaan dan persatuan melalui tagline #SultengRumahBersama.
“Nilai-nilai kebhinekaan dan keberagaman mesti terus dijaga. Kami pun para pelaku seni berasal dari latar belakang yang berbeda-beda,” ujar Ivha.
Dia meyakini Ahmad Ali menjadi satu-satunya kandidat yang memiliki komitmen untuk melestarikan seni budaya tradisi daerah.
Para pegiat seni seperti dirinya selama ini masih dihadapkan berbagai kendala, seperti persoalan dukungan dari segi materi ataupun tempat ruang untuk berekspresi.
Meski demikian, pegiat-pegiat tradisi tak lantas bergeming. Mereka tetap berkarya, bahkan menggunakan dana pribadi hanya untuk mengisi pentas seni mewakili Sulawesi Tengah di even-event skala nasional.
“Kami ingin tradisi yang ada di Sulawesi Tengah tidak tergerus. Pertunjukan seni dan budaya mulai jarang terlihat. Pilkada 2024 menjadi harapan, kami memandang Ahmad Ali memiliki perhatian terkait persoalan ini dibanding kandidat lain,” ucap Ivha.
Wasekjen Banuata Rafiq, menyambut baik kehadiran Relawan Muda Seni Tradisi untuk Ahmad Ali di dalam barisan #SultengRumahBersama.
Meski diisi anak-anak muda, ia menegaskan bahwa relawan Banuata tidak terafiliasi dengan partai politik manapun.
“Kami yang berkumpul di Banuata tidak berfafiliasi dengan partai politik. Relawan Banuata merupakan anak-anak muda, mulai dari musisi, pengusaha, tokoh pemuda, seniman, pekerja kreatif, kreator konten, dan profesional lintas bidang lainnya. Pilihan kepada Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri merupakan keputusan yang tepat,” ungkap Rafiq. ***


















