Selain itu, ia mengapresiasi kekayaan budaya Sulawesi Tengah yang menjadi bagian penting dalam perayaan tahun ini.
Menurutnya, budaya bukan hanya identitas, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Budaya adalah kekuatan kita. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang berbasis kearifan lokal,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Rachmatsyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Di usia ke-62 ini, mari kita jadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara sosial dan semakin sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” tutupnya. ***



















