Iklan HUT Morowali PT Vale

Pengurus Pusat Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Diumumkan, Berikut Nama dan Asal Sekolah

Pengurus pusat asosiasi guru sejarah indonesia
Pengurus Pusat Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (PP AGSI) periode 2022-2027 diumumkan nama-namanya Selasa 18 Oktober 2022, malam. / Ist

ReferensiA.id- Pengurus Pusat Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (PP AGSI) periode 2022-2027 diumumkan nama-namanya, Selasa 18 Oktober 2022) malam.

Kegiatan yang disiarkan langsung melalui kanal youtube AGSI tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus dipandu oleh Sekjen AGSI Endar Prio Sulistiyo.

Dalam sambutan kegiatan tersebut, Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma menekankan bahwa pada periode kedua kepemimpinanya, ia akan fokus kepada pembangunan sistem, kultur dan kepemimpinan organisasi.

Baca Juga:  PB Forum Komunikasi Masyarakat Kaili Parimo Dikukuhkan

“Kita akan fokus pada membangun system organisasi yang kuat, akan kita kembangkan AGSI sampai ke seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia. Kita bangun kultur organisasi yang erat berdasar kekeluargaan dan pertemanan, sehingga muncullah kepemimpinan organisasi yang solid. Maka ke depan, siapapun yang ada dan menjadi pengurus, AGSI akan terus berjalan cepat,” ujar Sumardiansyah.

Baca Juga:  PB Forum Komunikasi Masyarakat Kaili Parimo Dikukuhkan

Ia juga menekankan agar AGSI ke depan mampu menjadi organisasi yang betul-betul meningkatkan kualitas para guru sejarah dalam pembelajaran.

“Parameternya jelas, apakah siswa suka dengan guru sejarah, suka dengan mata pelajaran sejarah dan belajar sesuatu yang bermanfaat dari sejarah? Jika semua jawabannya iya, maka di situlah AGSI berhasi membina guru-guru sejarah. Itu tantangan utama AGSI dalam meningkatkan kompetensi para anggota,” tandas Sumardiansyah.

Baca Juga:  PB Forum Komunikasi Masyarakat Kaili Parimo Dikukuhkan

Dalam kepengurusan kali ini, duduk sebagai Dewan Pembina adalah Mendikbudristek Nadiem Makarim beserta Menkum HAM Yassona Laoly.

Dewan Penasihat juga diisi salah satunya Prof Unifah Rosyidi Ketua PB PGRI. Sementara Dewan Pakar diisi antara lain sejarawan Anhar Gonggong, Ridwan Saidi dan budayawan Jaya Suprana.