ReferensiA.id- Memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Save the Children Indonesia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Pahlawan Anak pada Agustus mendatang.
Ajakan ini menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama, terutama di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak di Indonesia.
Merujuk pada Profil Anak Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sebanyak 29,8 juta anak di Indonesia masih mengalami ketertinggalan pembelajaran, prevalensi stunting masih berada di angka 19,8%, sementara 4.727 bencana yang terjadi sepanjang 2025 turut meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai risiko.
Di sisi lain, SIMFONI-PPA mencatat lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik, dengan 60,1% kasus terjadi di lingkungan rumah, tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak.
Menanggapi kondisi tersebut, CEO & Chairperson Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan Hari Anak Nasional bukan satu-satunya waktu untuk berbicara tentang anak. Momentum ini mengingatkan kita bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab yang harus diwujudkan setiap hari.
“Bahkan setelah 50 tahun bekerja untuk anak Indonesia, Save the Children Indonesia belajar bahwa perubahan nyata bagi anak hanya dapat terwujud melalui kolaborasi. Oleh karena itu, keberpihakan terhadap anak harus diterjemahkan dalam aksi nyata dan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan untuk mengawal ekosistem perlindungan anak. Salah satunya kami menghadirkan Festival Pahlawan Anak 2026 sebagai wadah kolaborasi ini,” katanya, Kamis 23 Juli 2026.



















