Acara penganugerahan turut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof Taruna Ikrar, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan Irawan Dermayasamin Ibrahim, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa, serta Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, bersama para pemimpin industri dan pemangku kepentingan lainnya.
Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengatakan dua penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam memastikan kehadiran pertambangan dapat menciptakan nilai yang lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi PT Vale, keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan karakter dan potensi setiap wilayah,” ujar Abu.
Dorong Kemandirian melalui Pangan dan Kemaritiman
Gold Award pada Bidang Pangan diberikan atas Program PONDATA: Pengembangan Desa melalui Pendayagunaan Lahan yang Tangguh & Alami, sebuah program yang dikembangkan PT Vale untuk memperkuat tata kelola dan membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan dalam mengoptimalkan lahan nonproduktif menjadi lahan bernilai ekonomi melalui pemanfaatan komoditas lokal.
Dengan pendekatan partisipatif, terintegrasi, dan bertahap, program ini melibatkan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Hingga saat ini, lima hektar lahan kritis telah dimanfaatkan menjadi lahan produktif, antara lain melalui penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah.



















