Mereka berasal antara lain dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), Komisi Nasional Disabilitas (KND), PT Produksi Film Negara (Persero) (PFN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Keterlibatan juri lintas disiplin tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap inovasi dan program yang diajukan, termasuk dalam melihat aspek keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, inovasi, serta potensi pengembangan dan replikasi program.
Pencapaian tahun ini melanjutkan rekam jejak PT Vale pada penyelenggaraan perdana InTechSEA pada 2025. Saat itu, PT Vale meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen, serta Gold Award pada kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.
Bagi PT Vale, berbagai pengakuan eksternal tersebut menjadi bagian dari perjalanan berkelanjutan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat, memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. ***



















