PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026 lewat Program Pangan dan Kemaritiman

PT Vale
PT Vale berhasil meraih dua Gold Awards pada Kategori Corporate Social Responsibility (CSR) & Pemberdayaan Masyarakat, masing-masing untuk Bidang Pangan dan Bidang Kemaritiman. / Ist

Program PONDATA juga telah mendorong pengembangan lima produk turunan nanas, yaitu selai, jus, dodol, manisan, dan keripik. Secara keseluruhan, program ini melibatkan 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.

Sementara itu, penghargaan pada Bidang Kemaritiman diraih melalui Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili, yang berfokus pada peningkatan peran masyarakat dalam merespons dinamika perubahan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan risiko kebencanaan.

Program ini menerapkan Ecosystem-Based Approach (EBA), yaitu pendekatan yang memanfaatkan fungsi dan jasa ekosistem sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan lingkungan di kawasan pesisir dan laut. Implementasinya mencakup pemanfaatan ekosistem seperti terumbu karang, mangrove, dan lamun dalam mendukung upaya restorasi dan konservasi.

Di sisi ekonomi, program turut mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan dan pemanfaatan produk olahan hasil laut, sehingga upaya perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat.

Baca Juga:  TOP CSR Awards 2025: PT Vale IGP Morowali Raih Dua Penghargaan Strategis

Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan PT Vale dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pemanfaatan potensi wilayah, dan penciptaan kemandirian masyarakat.

Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, menambahkan bahwa dampak sosial yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Karena itu, kami terus mendorong pendekatan kolaboratif yang mempertemukan pengetahuan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Heriyanto.

Baca Juga:  Ada Perubahan, Berikut Daftar Terbaru Direksi dan Dewan Komisaris PT Vale 2026

Dinilai oleh Juri Lintas Kementerian, Lembaga, dan Akademisi

Proses penjurian InTechSEA Awards 2026 melibatkan para juri dari berbagai kementerian, lembaga negara, badan riset, dan kalangan akademisi.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *