Aktivitas penambangan di proyek ini sendiri telah dimulai sejak April 2025, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman ore pertama pada akhir Juli 2025. Hingga saat ini, perusahaan tercatat telah menjual sekitar 2,2 juta ton ore, yang menunjukkan sistem operasional, rantai pasok, serta kesiapan logistik telah berjalan dengan baik.
Penjualan ore tersebut merupakan strategi jangka pendek sembari menunggu penyelesaian pembangunan fasilitas pengolahan atau smelter di kawasan Sambalagi Island, yang direncanakan rampung pada tahun mendatang.
Dengan strategi tersebut, ore yang telah ditambang tetap dapat memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan maupun daerah, sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas operasional selama masa transisi menuju beroperasinya fasilitas pengolahan.
Dalam pengembangan proyek ini, PT Vale juga membangun sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Morowali Regency dan Central Sulawesi.
“Kolaborasinya mencakup koordinasi perizinan, dukungan pembangunan infrastruktur pendukung, serta keterlibatan dalam berbagai forum strategis yang membahas perkembangan proyek,” ungkap Wafir. ***



















