Aliansi Masyarakat Sulewana Tolak Proyek “Iklim Palsu” Poso Energy

Poso Energy
Masyarakat menggelar aksi penolakan proyek PT Poso Energy. / Ist

ReferensiA.id- Proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik PT Poso Energy di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), mendapatkan penolakan warga lokal. Ratusan masyarakat mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sulewana bahkan menggelar aksi protes pada 26 Agustus 2026 lalu.

Aksi itu diikuti oleh pemerintah desa, BPD, tokoh agama, serta unsur perempuan dan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan (SP) Sintuwu Raya Poso. Dalam aksi tersebut, massa membentangkan berbagai spanduk, di antaranya bertuliskan “Menolak Iklim Palsu (PLTA) Poso Energy yang Telah Merampas Sumber Penghidupan Masyarakat Sulewana.”

“Konflik di Desa Sulewana ini menjadi potret nyata dari agenda transisi energi nasional dan realitas keadilan iklim di tingkat tapak. Melalui UU No. 16 Tahun 2016 tentang ratifikasi Perjanjian Paris, pemerintah memang mendorong penggunaan energi rendah karbon, termasuk energi hidro. Namun pengalaman masyarakat Sulewana membuktikan bahwa proyek ‘hijau’ sekalipun dapat memicu ketidakadilan ekologis dan sosial jika biaya kerusakannya ditanggung oleh warga lokal, sementara manfaat ekonominya hanya dinikmati oleh negara dan investor,” ungkap Manajer Kampanye dan Media Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulteng, Wandi dalam keterangannya, Minggu 30 Agustus 2026.

Baca Juga:  Gerakan Perempuan Bersatu Kecam Kekerasan Polisi saat Demo di DPRD Sulteng

WALHI Sulteng menilai PLTA Poso Energy dengan kapasitas 515 MW (RUPTL 2018 – 2028 dan RUPTL 2021 – 2030) tidak hanya berdiri sebagai proyek pembangkit listrik terbesar di Indonesia Timur, tetapi juga menjadi penyumbang utama pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) serta kerusakan ekologis yang berlanjut.

Menurut Walhi, klaim “transisi energi hijau” yang kerap dibangga-banggakan kenyataannya hanyalah narasi palsu. Di balik proyek besar ini, terdapat rekam jejak pelanggaran HAM dan pengrusakan lingkungan yang dampaknya terus dialami oleh masyarakat di lingkar industri. Keberadaan proyek ini terbukti menjadi ancaman nyata yang sering diabaikan

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *