Iklan HUT Morowali PT Vale

Belasan Eks Napiter Ikrar Setia ke NKRI Saat Perayaan HUT ke-77 RI di Polda Sulteng

Ikrar setia ke NKRI
Belasan eks napiter membacakan ikrar setia ke NKRI di momen upacara peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia, di Markas Komando Polda Sulteng. / Ist

ReferensiA.id- Ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilakukan oleh 19 eks narapidana terorisme (napiter) saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Markas Komando (Mako) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu 17 Agustus 2022.

“Momen HUT ke-77 kemerdekaan RI dipergunakan 19 eks napiter untuk ikrar setia kepada NKRI,” Jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Didik Supranoto.

Baca Juga:  Insan Tambang di CPM Diajak Wujudkan "Tambang Merdeka"

Ikrar para eks napiter berlangsung di hadapan Wakil Kepala (Waka) Polda Sulteng Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Hery Santoso dan disaksikan seluruh pejabat utama Polda Sulteng.

Di antara kibaran bendera merah putih, eks napiter Imran alias Imron Labuan memandu ikrar setia ke NKRI yang diikuti dan ditirukan oleh eks napiter yang lain.

Baca Juga:  Oknum Pol PP Lakukan Kekerasan Terhadap Jurnalis Perempuan di Palu Saat Liputan Upacara HUT RI

Setidaknya ada lima poin Ikrar yang diucapkan dan ditandatangani oleh para mantan napiter itu. Berikut 5 poinnya;

1. Berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945.

2. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

3. Menjaga persatuan dalam masyarakat majemuk agar tercipta keharmonisan, toleransi dan kerukunan di wilayah Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Oknum Pol PP Lakukan Kekerasan Terhadap Jurnalis Perempuan di Palu Saat Liputan Upacara HUT RI

4. Menolak organisasi dan aktifitas yang bertentangan dengan Pancasila.

5. Bersama-sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk membangun Sulawesi Tengah yang aman, damai dan sejahtera.

Para eks napiter yang berikrar setia kepada NKRI, mereka berasal dari Kabupaten Poso 10 orang, Kabupaten Sigi 6 orang dan Kota Palu 3 orang.