Anak korban pun langsung diturunkan oleh pelaku saat hendak kabur usai menjalankan aksinya.
Korban menyebut para pelaku menggunakan helm saat beraksi, namun ia menggambarkan ciri fisik kedua pelaku. Salah satu pelaku disebut bertubuh kurus dengan tato di betis. Sementara pelaku lainnya berbadan berisi berkulit gelap.
Saat dikonfirmasi, korban membenarkan adanya kejadian itu. Namun unggahannya yang menceritakan kronologi kejadian telah dihapus.
“Iya kak tapi sudah disuruh hapus sama pihak berwajib karena sudah diselidiki. Sudah diurus juga sama polisi setempat,” ungkap korban, Rabu 5 Agustus 2026.
Ia mengaku tidak melaporkan langsung kejadian itu ke kantor polisi lantaran sedang sibuk menyiapkan persiapan melahirkan.
Selain itu, ia juga masih trauma sehingga menghindari pembahasan terkait kejadian yang menimpanya. Ia mengaku bersyukur masih bisa selamat bersama anaknya dalam kejadian itu.
Peristiwa itu juga dibenarkan oleh pihak kepolisian. “Korban sudah didatangi oleh personel Polsek Palu Barat dengan perangkat kelurahan, disarankan membuat laporan namun korban dak mau buat laporan,” ungkap Paur Humas Polresta Palu, Aiptu Kadek Aruna.
Namun pihak kepolisian Polresta Palu dan PolsewiPayahBarat tetap melaksanakan patroli di wilayah rawan tindak kriminal.
Kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat Kota Palu tetap selalu waspada terhadap pelaku pencurian maupun tindak pidana lainnya. ***



















