Iklan HUT Morowali PT Vale

Dugaan Jual Beli Jabatan, Gubernur Sulteng Bentuk Tim Investigasi

Gubernur Sulteng Dikira Pingsan
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura. / Ist

ReferensiA.id- Terkait isu soal dugaan jual beli jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), Gubernur Rusdy Mastura akhirnya angkat bicara.

Gubernur Sulteng Rusdy Mastura bilang, untuk menyikapi perkembangan dugaan jual beli jabatan tersebut, ia akan membentuk tim investigasi yang melibatkan Inspektorat Provinsi, Sekretaris Daerah, dan pejabat berwenang.

“Tujuannya untuk segera menjawab hal-hal yang berkembang dan dapat menganggu visi misi Pemprov Sulteng melakukan reformasi birokrasi,” kata Gubernur yang akrab disapa Cudi itu, melalui keterangan persnya yang dikutip ReferensiA.id, Sabtu 7 April 2022.

Baca Juga:  Tim Itjen Kemendagri Lakukan Pengawasan Selama 11 Hari di Sulteng

Kata Gubernur, tim investigasi yang dibentuk akan bekerja gerak cepat. Siapapun yang terbukti terlibat nantinya akan ditindak tegas sesuai dengan perundang-undangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ketentuan aturan lainnya.

“Dalam waktu tiga bulan ke depan akan kembali dievaluasi kotak jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan sesuai usulan dan kebutuhan organisasi perangkat daerah dan kebijakan pimpinan,” jelasnya.

Baca Juga:  Dugaan Jual Beli Jabatan di Sulteng, Tim Investigasi Ungkap 6 Pejabat Lakukan Penyalahgunaan Kewenangan

Pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura itu merupakan respons terkait beredarnya isu dugaan jual beli jabatan eselon tiga dan empat pada pelantikan 28 April 2022 lalu.

Santer dikabarkan dugaan jual beli jabatan tersebut melibatkan orang dekat Gubernur Rusdy Mastura yang juga berada di lingkaran Pemerintahan.

Disebut-sebut, biaya yang dipatok untuk mendapatkan jabatan eselon tiga dan empat oleh oknum tersebut masing-masing senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. RED