Iklan HUT Sulteng DPRD

Energi Hijau dan Upaya Menjaga Kelestarian di Danau Poso

Energi
Tangga ikan atau fishway di PLTA Poso. / Ist

“Jadi kita siapkan jalur khusus agar ikan tetap bisa lewat dan hidup,” kata Ismet.

Untuk menjaga keberlanjutan, Poso Energy juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan kelompok dan warga di wilayah Danau Poso.

Kerja sama yang dilakukan semisal program penghijauan, penanaman pohon atau reboisasi hutan untuk meningkatkan jumlah tutupan lahan di wilayah Danau Poso.

Hal itu sekaligus untuk merawat alam sekitar agar debit air di Danau Poso pun bisa terjaga, sebab air di Danau Poso merupakan sumber energi yang dimanfaatkan oleh PT Poso Energy untuk menghasilkan energi hijau yang menerangi sebagian pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

“Kualitas dan kuantitas air Danau Poso ini merupakan sumber energi kami,” terangnya. Sehingga menjadi sangat penting bagi pihak perusahaan untuk menjaga kelestarian alam, khususnya di Danau Poso.

Sayangnya, suplai listrik dari PLTA Poso yang kemudian disalurkan oleh PLN belakangan ini berkurang. Dari yang biasanya mencapai 515 megawatt, kini tegangan listrik yang dihasilkan hanya bisa mencapai 200 megawatt saja.

Rendahnya pasokan listrik dari PLTA Poso disebabkan berkurangnya debit air di Danau Poso yang sangat signifikan, jauh dari perkiraan pihak Poso Energy.

Debit air Danau Poso berkurang akibat fenomena El Nino yang berlangsung berkepanjangan.

Hal itu kemudian berdampak pada pemadaman listrik secara bergilir di beberapa wilayah di Sulawesi.

Melihat fenomena itu, PLN maupun pemerintah perlu mencari solusi untuk mengantisipasi kondisi serupa di masa mendatang. Semisal mendorong berdirinya PLTA baru sebagai sumber energi hijau dan jadi sumber penerang. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *