“Kami sangat merindukan, sesuai dengan cita-cita Pak Menteri, bahwa pertanian sekarang harus modern. Insyaallah, mudah-mudahan Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah percontohan untuk pertanian modern,” ujarnya.
Gubernur menyebut target peningkatan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare sebagai salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pokoknya kita usahakan 10 ton satu hektare, karena hanya dengan cara itu petani kita akan sejahtera,” kata Anwar Hafid
Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah serta partisipasi aktif masyarakat.
Kegiatan Panen Raya Padi dan Tanam Padi metode Pertanian Modern – Advanced Agriculture System atau PM-AAS tersebut sekaligus menjadi simbol optimisme terhadap masa depan ketahanan pangan Sulawesi Tengah.
Hamparan persawahan Toili diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi pangan, tetapi juga dapat berkembang sebagai kawasan percontohan penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian.
Kehadiran pemerintah pusat di dataran Toili diharapkan menjadi penguat langkah Sulawesi Tengah dalam membangun sektor pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan sarana pertanian, kepastian pupuk dan harga hasil produksi, serta peningkatan produktivitas, pertanian di Sulawesi Tengah diharapkan semakin mampu menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, turut pula hadir Bupati Banggai,Wakil Bupati Banggai, para pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, Ketua DPRD Kabupaten Banggai,para Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Kabupaten Banggai, Dinas Pertanian, para camat, kepala desa, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta para petani dan masyarakat di dataran Toili. ***



















