Ia juga mengapresiasi kontribusi Kodam XXIII/Palaka Wira yang meskipun baru berusia satu tahun, telah menunjukkan peran nyata dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.
“Walaupun usia Kodam Palaka Wira masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” ungkapnya.
Pelaksanaan TMMD ke-123 berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Program tersebut diarahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di desa.
Sejumlah pembangunan dan kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemasangan jaringan air bersih dengan penyambungan pipa sepanjang sekitar 7 kilometer antarpulau, pembukaan jalan desa sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton, pembangunan tiga unit MCK, pembangunan tiga ruang terbuka hijau (RTH), rehabilitasi lima rumah nelayan, rehabilitasi sekolah, serta penanaman mangrove.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, antara lain penyuluhan pencegahan stunting dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten Morowali yang disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulteng kemudian menyerahkan cenderamata atau plakat kepada Kepala Desa Umbele sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan TMMD.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026 sebagai penanda pengabdian dan kontribusi TNI dalam pembangunan wilayah.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan, kehadiran langsung pemerintah daerah di wilayah kepulauan merupakan bentuk perhatian dan komitmen untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di desa-desa dan kawasan kepulauan.



















