Gubernur Anwar Hafid menegaskan, Bukber Nambaso bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi momentum strategis yang memadukan edukasi, pencegahan narkoba, pemberdayaan UMKM, serta penguatan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini bukan hanya buka puasa bersama, tetapi juga wadah edukasi dan pembinaan generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba,” tegas Gubernur.
Kegiatan akan diawali dengan penyuluhan bahaya narkoba yang melibatkan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Sedikitnya 5.700 siswa SMA dan SMK Kota Palu dari berbagai sekolah direncanakan hadir mengikuti sesi edukatif tersebut.
Selain pelajar, kegiatan ini juga melibatkan ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta masyarakat umum dari berbagai latar belakang, sehingga total undangan dipastikan mencapai 10.000 orang.
Salah satu fokus utama Bukber Nambaso adalah penyediaan 10.000 porsi makanan gratis yang disiapkan melalui kolaborasi UMKM Kota Palu.
Gerobak UMKM akan disusun rapi di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, yang rencananya ditutup sementara selama kegiatan berlangsung.
Setiap gerobak diwajibkan menyediakan minimal 100 porsi makanan, sehingga masyarakat bebas memilih menu berbuka sesuai selera.
“Ini bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada UMKM lokal. UMKM bergerak, masyarakat terbantu, dan kebersamaan terbangun,” ujar Anwar Hafid.
Untuk pembatal puasa saat adzan magrib, panitia juga menyiapkan air minum dan kurma, sementara makanan utama sepenuhnya disediakan oleh UMKM. ***



















