Nasdem Soal Pilgub Sulteng: Ahmad Ali Siap Head to Head Lawan Cudy

Nasdem
Pengurus DPW Nasdem menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon gubernur ke PKS Sulteng. / ReferensiA.id

Nasdem siap bertarung untuk merebut kursi nomor satu di Sulteng. Siapa pun yang bakal jadi pesaing, Aristan menyebut Nasdem bersama partai koalisi nantinya sudah siap memenangkan Ahmad M Ali yang selama ini dikenal sebagai politisi yang enggan umbar janji itu.

“Masih susah untuk memprediksi berapa pasang karena sekarang masih penjajakan juga. Kita siap mau berapa pasang pun (bakal calon gubernur), termasuk head to head lawan Cudy (Gubernur petahana Rusdy Mastura),” tandasnya.

Terkait siapa sosok yang diinginkan Ahmad Ali untuk menjadi wakilnya pada kontestasi mendatang, Nasdem belum punya gambaran jelas. Namun sejauh ini upaya mencari sosok yang tepat terus dilakukan.

“Kami berkomunikasi dengan semua partai. Bagaimana membawa perubahan di Sulteng untuk lebih baik, makanya Waketum (Ahmad Ali) kemarin juga membuka komunikasi dengan semua pihak,” jelas Aristan.

 

PKS Siap Berkoalisi dengan Nasdem

Sekretaris DPW PKS Sulteng Rusman Ramli yang menerima formulir pendaftaran Ahmad M Ali sebagai bakal calon gubernur, memberikan sinyal kuat kemungkinan koalisi kedua partai.

Baca Juga:  Hadiri Konser Beramal, Masyarakat Sigi Harap Ahmad Ali Bawa Perubahan

Namun begitu, PKS berharap koalisi yang dapat dibangun tidak hanya sebatas untuk mengusung calon gubernur, tapi juga di tingkat kabupaten dan kota.

“Kalau PKS dan Nasdem bisa berkoalisi di 13 kabupaten/kota dan provinsi, tentu ini akan memudahkan kita untuk mengkampanyekan kandidat kita nantinya,” ujar Rusman Ramli.

Sementara terkait bakal calon wakil gubernur yang diharap bisa mendampingi Ahmad Ali jika mendapatkan rekomendasi nantinya, PKS lebih dinamik. Bisa kader partai, atau figur lain yang diinginkan calon gubernur yang diusung.

Baca Juga:  Kandidat Calon Gubernur Sulteng Dinilai Belum Responsif Gender

“Kader potensial yang bakal diusung oleh PKS salah satunya adalah ibu Sakinah Aljufri. Tapi untuk membangun koalisi tentu ada pembicaraan, proses komunikasi yang harus dilakukan. Selain ibu sakinah, nanti juga kita akan lihat siapa wakil gubernurnya yang bisa disatukan. Misalnya wilayah timur dengan lembah Palu dan lain-lain. Yang jelas bahwa kearifan lokal tidak bisa dinafikkan,” katanya.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *