Iklan HUT Sulteng DPRD

Sekretaris PKS Sulteng Minta KPU Tidak Gunakan Sirekap

PKS Sulteng
Proses perhitungan suara di tempat pemungutan suara. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk tidak lagi menggunakan data Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), lantaran telah menimbulkan kecurigaan dan dianggap menguntungkan pasangan calon (Paslon) tertentu.

Hal itu diutarakan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Tengah (PKS Sulteng) Rusman Ramli. Ia meminta agar penyelenggara Pemilu tidak lagi menggunakan aplikasi Sirekap sebagai alat bantu Pemilu.

“Kami menyatakan dengan tegas agar Komisi Pemilihan Umum tidak lagi menggunakan Sirekap sebagai alat rekapitulasi resmi hasil Pemilu 2024,” katanya kepada ReferensiA.id, Jumat 16 Februari 2024 malam.

Dia mendorong agar proses rekapitulasi hanya mengacu pada perhitungan manual yang digelar di tempat pemungutan suara (TPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU tingkat kabupaten/kota dan provinsi hingga tingkat nasional.

“Dan tetap mengacu pada Undang-undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, yakni rekapitulasi manual,” tegasnya.

“Karena ternyata, sebagaimana yang viral saat ini, adanya perbedaan suara antara hasil penghitungan di TPS dan yang masuk di Sirekap. Termasuk adanya perbedaan data perolehan suara yang mencolok, yang tidak sesuai antara formulir C1 dengan angka yang direkap oleh Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), dan diduga menguntungkan salah satu paslon presiden yang memantik munculnya berbagai dugaan kecurangan,” kata Rusman.

Namun begitu, dia mengakui Sirekap hanya merupakan alat bantu sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas penghitungan suara di TPS, sehingga bukan penentu perolehan suara sah yang dihitung berdasarkan rekapitulasi manual berjenjang.

Seperti diketahui, berbagai pihak menyoroti hasil scan atau pemindaian formulir C1 Plano yang keliru di laman sistem informasi rekapitulasi (Sirekap).

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *