Iklan pemilu DPRD Sulteng

Pastikan Keamanan Dana Peserta, Begini Pernyataan Bpjamsostek Soal Oknum yang Manipulasi Data

Bpjamsostek
BPJS Ketenagakerjaan. / Ist

“Tentu modus dan praktik kejahatan semakin hari semakin beragam. Kami terus berupaya untuk meningkatkan keamanan data, sehingga menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan data yang dapat merugikan para peserta saat ini ataupun di kemudian hari,” tegasnya.

Oni Marbun juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus menjaga amanah dan kepercayaan pekerja dengan sebaik-baiknya.

“Selain sistem keamanan internal yang akan kami tingkatkan terus, kami juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk tidak ragu melaporkan jika melihat adanya tindak kecurangan atau fraud yang terjadi di lingkungan Bpjamsostek. Kami menyediakan kanal Whistleblowing System yang dapat diakses di website resmi maupun secara langsung di kantor cabang,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Sulteng Komisaris Besar (Kombes) Polisi Didik Supranoto mengungkapkan adanya penangkapan dua tersangka dugaan manipulasi data pada aplikasi SMILE BPJS Tenaga Kerja.

“Kepolisian melakukan penyelidikan sesuai Laporan Polisi nomor LP/B/128/IV/SPKT/Polda Sulteng tanggal 19 April 2022 dan tanggal 18 Juli 2022 status perkaranya ditingkatkan ke tahap Penyidikan,” terang Kombes Polisi Didik Supranoto.

Dua tersangka saat ini ditahan di Polda Sulteng, mereka adalah inisial YDS (30) karyawan BPJS Tenaga Kerja Parigi Moutong dan MDA (23) warga Kelurahan Jambudipa Kecamatan Warungkondang Kabupayen Cianjur, Jawa Barat.

Keduanya ditangkap atas dugaan tindak pidana ITE, dimana tersangka melakukan manipulasi data peserta Jamsostek pada aplikasi SMILE milik Bpjamsostek.

Otak pelaku dalam kasus ini adalah MDA yang bekerjasama dengan YDS selaku operator SMILE pada BPJS Ketenagakerjaan di Parigi Moutong.

YDS diduga melakukan perubahan data pada aplikasi SMILE periode September 2021. Ada 308 data pemegang Kartu Peserta Jaminan Sosial (KPJ) yang tersebar di beberapa daerah Indonesia yang diubah tidak sesuai prosedur, data tersebut dikumpulkan MDA dari grup media sosial peserta pemegang KPJ, selanjutnya data diserahkan kepada YDS untuk dilakukan perubahan data.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *