Iklan HUT Morowali PT Vale

Pemda dan BKSDA Diminta Seriusi Ancaman Buaya Sungai Palu

Ancaman Buaya Sungai Palu
Sunardi

 

ReferensiA.id- Ancaman buaya Sungai Palu belakangan menjadi perhatian banyak pihak. Hal itu lantaran korban terkaman buaya marak terjadi di Kota Palu dan sekitarnya. Bahkan dalam sebulan terakhir, tercatat ada 3 nelayan yang tewas diterkam hewan predator itu.

Melihat fenomena ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah pun meminta agar pemerintah daerah (Pemda) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat mengambil langkah serius untuk penanganannya.

Baca Juga:  Cek Fakta: Tidak Benar Video Buaya Seret Seorang Warga di Kota Palu

Sebab jika tidak, keberadaan buaya di Sungai Palu akan semakin mengancam keselamatan warga dan nelayan yang bergantung hidup di laut.

Berdasarkan catatan, pada 31 Mei 2022 lalu, keganasan buaya kembali menelan korban jiwa. Seorang nelayan saat hendak memanah ikan diterkam buaya di perairan Donggala, tepatnya di Kecamatan Sojol Utara, Desa Ogoamas.

Baca Juga:  Pembubaran Demo Telan Korban, Walhi Desak Kapolri Lakukan Evaluasi

Sebelumnya, pada 7 Mei 2022, warga asal Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa juga meregang nyawa akibat dimangsa seekor buaya, di sekitar Dermaga Pusat Pelelangan Ikan (PPI). Lokasi kejadiannya tidak jauh dari objek wisata Tanjung Karang Donggala.

Kejadian serupa juga terjadi di sekitaran Dermaga LPG Mamboro, Kecamatan Palu Utara pada 28 April 2022 silam. Saat itu korban sedang memanah ikan, juga diterkam buaya.

Baca Juga:  Basarnas Temukan Korban Tenggelam di Sungai Palu

Pada 13 Desember 2020, seorang warga yang sedang mandi terapi air laut di Pantai Talise Teluk Palu juga diterkam buaya hingga terluka di bagian tangan.

Pada November 2021 seorang warga di Desa Dalaka, Kabupaten Donggala yang tengah memanah ikan juga tiba-tiba tewas diterkam buaya dan diseret ketengah laut.