Menurutnya, kecamatan yang kurang dan tidak memenuhi 2 kali kebutuhan PPK ini merupakan daerah tersulit dan memang sering terjadi kekurangan kebutuhan PPK seperti di Kecamatan Pinembani, Donggala dan Lindu, Sigi.
“Karena terkait dengan SDM yang tersedia dan minat masyatakat untuk ikut serta dalam partisipasi pemilu untuk menjadi penyelenggara pemilu,” jelasnya.
Sahran Raden berharap dalam proses seleksi ini akan lahir penyelenggara PPK yang memiliki kemampuan baik dalam membantu KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten kota untuk melaksanakan tahapan pemilu di kecamatan.
“Sehingga melahirkan pemilu yang berkualitas, demokratis jujur dan adil,” harap Sahran Raden. RED



















