Iklan HUT Morowali PT Vale

Peternak di 7 Kelurahan Lingkar Tambang PT CPM Diberi Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Tambahan

PT CPM
Sejumlah peternak tengah mengikuti pelatihan pembuatan pakan ternak tambahan yang digelar oleh PT CPM bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. / Ist

ReferensiA.id- PT Citra Palu Minerals (PT CPM) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak tambahan di tujuh Kelurahan yang ada di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Tujuh Kelurahan itu masing-masing Kelurahan Lasoani, Poboya, Kawatuna, Tanamodindi, Talise Valangguni dan Talise serta Kelurahan Tondo.

Baca Juga:  Tahun 2021, PT Vale Produksi 65.388 Nikel Matte

Superintendent Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM/CSR) PT CPM, Rahyunita Handayani mengatakan pelatihan pakan ternak tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di ring I perusahaan (lingkar tambang).

Rahyunita mengatakan program tersebut juga singkron dengan program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bidang Peternakan sehingga kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para peternak di kelurahan-kelurahan tersebut.

Baca Juga:  PT Vale Terbukti Terapkan Good Mining Practices, Dapat 4 GMP Award dari Kementerian ESDM

“Pelatihan pembuatan pakan ternak tambahan tersebut telah dilakukan di enam kelurahan dan selanjutnya akan digelar di Kelurahan Tondo,” Kata Rahyunita, Selasa 1 November 2022.

Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan tambahan kepada peternak terkait pakan ternak tambahan selain pemberian pakan hijauan.

Rahyunita berharap, melalui pemberian pakan tambahan tersebut diharapkan meningkatnya jumlah ternak melalui diversifikasi jenis pakan, khususnya bagi peternak di wilayah lingkar tambang yang berujung pada peningkatan ekonomi pelaku ternak.

Baca Juga:  Tolak Aktivitas PT KPP, Masyarakat Blokade Jalan Luwuk-Balantak

“Tujuan lainya adalah para peternak diharapkan tidak lagi melepasliarkan ternaknya dengan pertimbangan keterbatasan lahan dan pakan hijauan yang semakin terbatas,” Jelas Rahyunita.