Iklan HUT Morowali PT Vale

Ronny Tanusaputra Paparkan Peluang Pengusaha Sulteng di IKN

Peluang Pengusaha Sulteng
Tenaga Ahli Gubenur Sulteng Bidang Ekonomi dan Investasi, Ronny Tanusaputra berbicara di podcast Radar Sulteng, Minggu 27 Maret 2022, disiarkan secara langsung. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Tenaga Ahli Gubenur Sulteng Bidang Ekonomi dan Investasi, Ronny Tanusaputra memaparkan sejumlah peluang pengusaha Sulteng atas hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Dia mengajak pengusaha lokal bersiap menangkap peluang bisnis terkait Ibu Kota Negara.

Pertama, material pembangunan infrastruktur IKN seperti pasir, batu, kerikil dan sebagainya. Sulteng yang selama ini menjadi penghasil material tersebut berpeluang sebagai penyuplai untuk mendukung IKN. Tahap awal saja, kata dia infrastruktur IKN akan menelan anggaran sekitar Rp180 triliun.

Baca Juga:  Investasi Saham, Begini Tipsnya Biar Tidak Merugi

“Contoh untuk material, tahap satu pembangunan IKN ada pada infrastruktur dan kantor presiden. Kurang lebih Rp180 triliun tahap satu pembangunan itu, hampir semua material,” kata Ronny Tanusaputra saat berbicara di podcast Radar Sulteng, Minggu 27 Maret 2022.

Oleh karena itu, kata dia pengusaha yang ada di Sulteng harus memanfaatkan peluang besar tersebut. Bukan hanya material pembangunan infrastruktur di tahap awal ini, tapi potensi lainnya seperti pariwisata, dan komoditas pangan. Sulteng menjadi penyangga karena jarak yang begitu dekat dengan Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Presiden Tegaskan Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah pada 2024

“Teman- teman yang ada di Sulteng bersiap- siaplah menghadapi itu,” jelasnya.

Pengusaha di Sulteng diminta jangan hanya menjadi orang tengah atau penghubung. Tapi, kata Ronny harus menangkap peluang yang telah dibuka atau diciptakan pemerintah. Begitu juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu berpotensi berkembang dengan baik.

Mantan kepala Badan Promosi dan Investasi Kota Palu ini juga membeberkan sejumlah rencana pembangunan di Sulteng untuk mendukung IKN di antaranya sudah ditetapkan tiga kawasan penghasil pangan. Ketiganya adalah Talaga (Donggala), Napu (Poso), dan Lalundu (Donggala).