Iklan HUT Morowali PT Vale

Wagub Sulteng Serahkan 14 Sertifikat Tanah Wakaf

Sertifikat tanah wakaf
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs Ma’mun Amir menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah wakaf. / Ist

ReferensiA.id- Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs Ma’mun Amir menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah wakaf kepada para nazhir atau penerima wakaf di aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulteng, Senin 25 April 2022.

Secara nasional, total 3.152 sertifikat tanah wakaf yang diserahkan, khusus Sulteng ada 14 sertifikat. Tampak hadir pada acara penyerahan sertifikat di antaranya Kepala Kanwil BPN Sulteng Dr Ir Doni Janarto Widiantono M Eng Sc dan jajaran, beserta forkopimda, OPD dan stakeholder terkait.

Baca Juga:  Sulteng Dapat Jatah 500 dari 1,55 Juta Sertifikat Tanah Gratis

Sebelum penyerahan, para undangan mendengarkan arahan secara virtual dari Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dari Istana Wakil Presiden Jalan Merdeka Selatan No.6 Jakarta Pusat. Acara Gerakan Percepatan Sertipikat Tanah Wakaf ini diselenggarakan secara daring dan luring.

“Peruntukan tanah wakaf tentu tidak terbatas pada kegiatan peribadatan, tetapi juga dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Wapres.

Baca Juga:  Sulteng Dapat Jatah 500 dari 1,55 Juta Sertifikat Tanah Gratis

Wapres menyadari penyelesaian tata kelola wakaf tanah, bukan suatu hal mudah karena jumlah tanah setiap tahun yang terus bertambah, sehingga perlu dapat diselesaikan bersama-sama oleh seluruh pihak yang terkait.

“Tanah wakaf tercatat berada di lebih dari 430.000 lokasi, dengan luas sekitar 56 ribu hektar. Dari jumlah tersebut baru 58% yang memiliki sertifikat. Sementara itu, jumlah wakaf tanah terus meningkat sekitar 7% atau lebih dari 3.000 hektar setiap tahunnya,” papar Wapres.

Baca Juga:  Sulteng Dapat Jatah 500 dari 1,55 Juta Sertifikat Tanah Gratis

Lebih jauh, Wapres menuturkan, tanpa adanya program percepatan sertifikasi tanah wakaf akan membuat penyelesaian waktu sertifikasi berjalan lambat.