News  

Polisi Segel 2 Lokasi PETI di Poboya dan Tondo Kota Palu

PETI
Perendaman PETI di kawasan Vatutela, Kelurahan Tondo, Kota Palu. / Ist

ReferensiA.id- Tim gabungan Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menyegel dua lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Ranodea, Kelurahan Poboya, dan Vatutela, Kelurahan Tondo, Kota Palu, Selasa 14 April 2026.

Penertiban tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil operasi di lapangan, aparat menyegel sejumlah titik kolam perendaman emas yang diduga digunakan dalam aktivitas tambang ilegal.

Baca Juga:  Tilang Manual Kembali Dilakukan Mulai Pekan Depan, Berikut Pengendara yang Jadi Target Polisi

Selain itu, dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin genset, drum berisi bahan kimia sianida, jeriken bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, serta peralatan lain yang digunakan dalam kegiatan pertambangan.

Penindakan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang mewajibkan setiap aktivitas pertambangan memiliki izin resmi dari pemerintah.

Baca Juga:  Kasus Ledakan Tungku Smelter PT ITSS Naik ke Penyidikan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Sejumlah warga menyambut positif langkah aparat kepolisian. Mereka menilai aktivitas tambang ilegal selama ini telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat.

“Saat awal tambang ilegal masuk, warga sempat memalang jalan. Namun ada oknum yang membuka kembali akses tersebut. Sekarang lahan sudah rusak dan tidak bisa lagi digunakan untuk bertani,” ujar seorang warga Vatutela yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Ada 14,2 Juta Ton Cadangan Bijih Emas di Poboya Palu, Perusahaan Bakrie Tambah Pabrik

Aktivitas pertambangan emas ilegal diketahui berpotensi menimbulkan dampak serius, seperti kerusakan lahan, pencemaran air, hingga risiko longsor akibat penggunaan bahan kimia dan pengelolaan yang tidak sesuai standar.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *