Balai Bahasa Sulteng Upayakan Kosakata Bahasa Banggai dan Pamona Perkaya KBBI

Balai bahasa Sulteng
Lokakarya Hasil Inventarisasi Kosakata Bahasa Banggai dan Pamona di Kota Palu. / Ist

ReferensiA.id- Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Analis Kata dan Istilah menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Hasil Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah Banggai dan Pamona.

Balai Bahasa Sulteng terus melakukan upaya pengembangan bahasa Indonesia. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan pengayaan daya ungkap bahasa Indonesia.

Menurut Kepala Balai Bahasa Sulteng Asrif, pengayaan ini dapat diperoleh dari penambahan kosakata bahasa Indoesia melalui penyerapan leksikon bahasa asing dan bahasa daerah serta melalui perluasan laras bahasa.

Baca Juga:  22 Bahasa Daerah di Sulawesi Tengah Mengalami Kemunduran, Bahasa Dampelas dan Kaili Terancam Punah

Pengayaan bahasa Indonesia melalui penambahan leksikon bahasa daerah telah dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah pada Februari – April 2023, dengan sasaran bahasa Pamona dan Banggai.

Asrif mengatakan, bahasa negara Indonesia memiliki cadangan kosakata dari 718 bahasa daerah.

Oleh sebab itu, pengembangan bahasa Indonesia tidak perlu mengambil dari bahasa asing.

Baca Juga:  Begini Upaya Balai Bahasa Sulteng Cegah Kepunahan Bahasa Daerah di Donggala

Banyak bahasa daerah di Sulawesi Tengah seperti bahasa Kaili, bahasa Pamona, bahasa Banggai, dan lain-lain yang dapat mendukung pengembangan bahasa Indonesia.

“Diharapkan melalui rangkaian kegiatan tersebut, kosakata-kosakata dari bahasa Pamona dan bahasa Banggai dapat memperkaya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),” ujarnya dalam keterangan, Rabu 14 Juni 2023.

Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, pakar bahasa Banggai, pakar bahasa Pamona, dan budayawan.

Baca Juga:  Balai Bahasa Sulawesi Tengah Dorong Perusahaan Asing Mengikutkan TKA ke Program BIPA

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memverifikasi data dari pelaksanaan inventarisasi kosakata sekaligus melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Banggai dan bahasa Pamona.

Kegiatannya berlangsung selama empat hari, 13 – 16 Juni 2023. Pembukaan dilaksanakan pada Kamis, 13 Juni 2023 pukul 15.00 Wita, di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Jalan Basuki Rahmat, Palu.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *