Eva Bande, Perempuan yang Rela Dipenjara Karena Perjuangkan Tanah Rakyat Itu Bertarung di Pileg 2024

Eva bande
Eva Bande (kedua dari kiri) menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon DPD RI ke KPU Sulteng. / ReferensiA.id

“Kalau selama ini pembelaan rakyat hanya di level bawah di daerah, saya ingin itu ke level nasional. Kita juga ingin perjuangkan soal pengelolaan sumber daya alam yang harus sinkron antara daerah dan nasional, yang saat ini banyak dipangkas oleh nasional,” kata dia usai menyerahkan berkas pendaftaran secara resmi ke KPU Sulteng..

Eva Bande sendiri merupakan salah satu tokoh aktivis perempuan Sulawesi Tengah yang populer. Ia dikenal berani bersuara dan melakukan perlawanan terhadap pengrusakan lingkungan.

Namanya bahkan pernah menjadi perbincangan secara nasional lantaran menarik perhatian Presiden Joko Widodo saat baru terpilih pada 2024 silam.

Saat itu, Eva bande sedang menjalani hukuman penjara. Ia rela dibui karena memperjuangkan petani yang mempertahankan tanah adat dari kerusakan lingkungan di Luwuk, Kabupaten Banggai.

Tidak sebentar, Eva dibui selama 4 tahun sebelum Presiden Joko Widodo menjadikannya aktivis pertama yang mendapat grasi ketika terpilih sebagai presiden saat itu.

Baca Juga:  Timsel Anggota KPU Sulteng Buka Tanggapan dan Masukan Masyarakat

Sebagai tokoh perempuan Sulawesi Tengah yang punya nama populer, Eva Bande sebenarnya juga banyak dilirik oleh partai politik.

Namun ia memilih jalur independen dengan maju sebagai calon DPD karena ingin segala kerja-kerjanya dapat dipertanggungjawabkan langsung ke masyarakat yang diwakilinya nanti.

“DPD dianggap cukup untuk berbuat, karena saya agak sulit berada di payung-payung (partai politik) tertentu untuk saya pertanggungjawabkan ke rakyat,” jelasnya. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *