Iklan HUT Morowali PT Vale

FRAS Sebut Pemprov Sulteng Lemah Hadapi PT ANA

PT Ana
Serikat Petani Petasia melakukan aksi beberapa waktu lalu. / Ist

ReferensiA.id – Koordinator Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulteng, Eva Bande menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) lemah menghadapi PT Agro Nusa Abadi (ANA).

Hal ini dikatakan Eva Bande terkait sikap Pemprov Sulteng dalam penyelesaian konflik agraria di Kabupaten Morowali Utara yang melibatkan petani Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morut vs PT ANA.

Eva Bande menegaskan, lemahnya Pemprov Sulteng ditunjukkan dari sikapnya memberi kesempatan kepada PT ANA untuk mengurus HGU. Padalal, bagi FRAS, berdasarkan fakta PT ANA tidak memiliki HGU sejak mulai beroperasi tahun 2006.

Baca Juga:  Perlawanan Berakhir Bui, Petani Kabuyu Sulbar Terus Berjuang Hadapi Korporasi Sawit

“Ini berarti 15 tahun pemerintah dan masyarakat tidak mendapatkan apa-apa selain limbah busuk sawit. Pemerintah telah kehilangan potensi pendapatan daerah dari berbagai macam jenis pungutan yang bisa ditarik, artinya ada potensial lost di sana,” tegasnya.

Menurutnya, jika memang ada keseriusan dari PT ANA untuk melegalkan aktivitasnya maka dokumen itu akan mereka urus sejak jauh-jauh hari.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Bentuk Tim Penyelesaian Konflik Agraria

“Kami menduga bahwa ini memang disengaja agar perusahaan tidak mengeluarkan biaya untuk membayar pajak dan berbagai bentuk PAD lainnya kepada negara,” tegasnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, kata Eva Bande, maka seharusnya pemerintah mengambil langkah tegas terhadap PT ANA. Petani telah menunjukkan solusi terbaik di setiap aksi lapangan dan rapat dengan pemerintah yakni kembalikan tanah petani.

Baca Juga:  Eva Bande: Tim Penyelesaian Konflik Agraria Harus Independen

“Ini solusi sederhana yang dapat mengobati sakit hati rakyat Morut selama puluhan tahun diabaikan pemerintah dan dirampas haknya oleh PT ANA,” kata Eva Bande.