Iklan HUT Morowali PT Vale

Gubernur Perintahkan Tangkap Korlap Demo, FRAS: Sikap Anti Demokrasi

Gubernur Perintahkan Tangkap Korlap Demo
Eva Bande

ReferensiA.id – Koordinator Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulawesi Tengah Eva Bande menyayangkan sikap Gubernur Sulawesi Tengah, yang dianggap anti demokrasi dalam merespons kasus demonstrasi yang berujung ricuh dan menelan korban jiwa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mengeluarkan pernyataan agar koordinator lapangan (korlap) massa aksi demonstrasi yang terjadi di Parimo ditangkap. Gubernur menilai, korlap unjuk rasa tersebut adalah provokator.

Baca Juga:  Pembubaran Demo Telan Korban, Walhi Desak Kapolri Lakukan Evaluasi

“Yang kita salahkan yang provokator ini, korlap-korlapnya ini. Saya bilang tangkap,” kata Gubernur dalam pernyataannya.

“Ini korlap-korlap sudah tahu Undang-Undang sampai jam berapa bisa demo. Ini malam sampai pagi baru kejadian (ricuh), jam 2 (pukul 02.00) barangkali. Siapa yang salah di situ?”

Namun begitu, Gubernur mengatakan tidak menyalahkan siapapun atas insiden yang terjadi di Parimo.

Baca Juga:  Menunggu Keadilan Hukum, Keluarga Erfaldi Korban Penembakan di Desa Katulistiwa Temui Gubernur

“Oleh sebab itu kita belum bisa salahkan siapa yang salah, biar saja polisi bekerja. Karena polisi juga periksa dia punya anggota. Yang penting, saya turut berduka cita,” katanya.

Terkait pernyataan Gubernur perintahkan tangkap korlap demo penolakan tambang di Parimo itu, FRAS Sulawesi Tengah pun bereaksi. Pernyataan Rusdy Mastura disebut sebagai sikap yang anti demokrasi.

Baca Juga:  Seruan Aksi Untad Bebas Korupsi, Mahasiswa Bakal Demo di Kampus

“Kami sangat menyayangkan. Sikap tersebut makin menunjukkan arogansi dari Gubernur itu sendiri,” ungkap Koordinator FRAS Sulawesi Tengah Eva Bande, Minggu 13 Februari 2022 malam.

Eva menambahkan, sebagai seorang pemimpin, sebaiknya Gubernur fokus pada tuntutan massa aksi yang berujung pada kericuhan, yaitu menuntut pencabutan IUP PT Trio Kencana.