Menurut Nilam Sari, inovasi BRIN dalam bidang pertanian dan pangan, termasuk pengembangan varietas unggul, teknologi pascapanen, ketahanan pangan berbasis biodiversitas, serta hilirisasi produk pangan lokal, dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan riset kebencanaan. Sebagai daerah yang pernah mengalami bencana besar dan memiliki tingkat kerawanan geologi yang cukup tinggi, Sulawesi Tengah memerlukan dukungan teknologi mitigasi bencana, sistem pemantauan lingkungan, serta pengembangan data spasial yang akurat untuk mendukung kebijakan pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Pengalaman Sulawesi Tengah menghadapi berbagai bencana memberikan pelajaran penting bahwa riset dan inovasi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Teknologi mitigasi, pemetaan risiko, dan sistem peringatan dini harus terus diperkuat agar keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin,” katanya.
Nilam Sari juga mendukung langkah BRIN dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), perguruan tinggi, serta dunia usaha. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar agenda riset nasional dapat menjawab kebutuhan spesifik masing-masing daerah.
Ia berharap Sulawesi Tengah dapat menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan program riset terapan yang mendukung sektor unggulan daerah, termasuk pertanian, perikanan, energi baru terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Terkait pembahasan anggaran BRIN Tahun 2027, Nilam Sari menilai dukungan anggaran yang memadai sangat diperlukan agar berbagai program riset strategis nasional dapat berjalan optimal.



















