Iklan HUT Morowali PT Vale

Prima Minta Pemprov Sulteng Tinjau Kembali Hibah Rp14 Miliar untuk Munas KAHMI

Munas KAHMI
Azman Asgar. / Ist

ReferensiA.id- Dana hibah yang bakal dikucurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( Munas KAHMI ), mendapatkan sorotan dan kritik dari berbagai pihak.

Nilai dana hibah Rp14 miliar ke KAHMI dianggap fantastis. Pemprov Sulteng pun diminta untuk meninjau kembali hibah yang telah disetujui dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) oleh DPRD Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Baca Juga:  Kepala OPD Pemprov Sulteng Teken Perjanjian Kinerja

Salah satu kritikan berasal dari politisi muda Azman Asgar. Juru bicara Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) itu menyebut nilai Rp14 miliar itu terlalu tinggi untuk sekadar pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan seremonial lainnya yang bakal dilaksanakan oleh KAHMI di Kota Palu.

“Tidak ada masalah Pemda berikan hibah, itu dibolehkan oleh aturan, tapi nilainya harus benar-benar dikaji kembali. Padahal kita tahu, Sulteng ini belum kelar urusan pengentasan kemiskinannya, angka kemiskinan kita masih cukup tinggi, di angka 12,8 persen (BPS), belum lagi persoalan pemulihan korban bencanannya, padahal sudah masuk tahun ke empat, ini juga belum menemukan penyelesaikan kongkret, yang terbaru soal warning yang disampaikan Jokowi ke tiap daerah dalam menghadapi inflasi, ini harus benar-benar jadi pertimbangan serius,” ujar juru bicara Prima Sulteng Azman Asgar dalam keterangannya, Rabu 14 September 2022 malam.

Baca Juga:  Jual Beli Jabatan di Sulteng: Polda Sudah Periksa Sejumlah Pejabat, Termasuk Sekprov

“Kita bangga ketika para Korps Alumni sekelas HMI bisa bermunas di sini (Kota Palu), bahkan menjadi satu kehormatan sebagai tuan rumah, apalagi jika kita hitung-hitungan ‘multi effect ‘ ekonominya dari putaran uang yang beredar saat Munas nanti, tentu bisa bantu UMKM dan retribusi lainnya, bisa positif bagi masyarakat,” kata dia menambahkan.