Dalam pertemuan tersebut, delegasi Zimbabwe juga memertanyakan nilai investasi sejumlah fasilitas penunjang di IMIP seperti Bandara, jetty, serta akomodasi.
Antusiasme tinggi dan pertanyaan teknis yang diajukan delegasi mengindikasikan ketertarikan serius Zimbabwe untuk mengadaptasi model IMIP dalam konteks pembangunan industri nasional mereka. Terutama dalam hal struktur investasi, kapasitas logistik, serta pengelolaan sumber daya manusia.
Kunjungan ini membuka peluang nyata bagi penguatan hubungan bilateral Indonesia–Zimbabwe di bidang penanaman modal, khususnya dalam promosi investasi, hilirisasi mineral, dan pengembangan kawasan industri berbasis sumber daya alam. Kemudian, menguatkan positioining dan citra Indonesia sebagai mitra pembangunan industrialisasi Afrika.
Indonesia juga mendapatkan keuntungan geopolitik dan ekonomi sekaligus, terutama di tengah meningkatnya kompetisi global atas critical minerals di Afrika. ***



















